Berita

 Network

 Partner

Indonesia di Masa Pandemi Adalah Wanokuni In Real Life
Yenny Putri Republik (Photo: Berita Baru)

Indonesia di Masa Pandemi Adalah Wanokuni In Real Life

Yenny Putri Republik

Wanokuni adalah salah satu negara tertua yang ada di anime Onepiece yang merupakan negara isolasionis dan dikendalikan oleh pemimpin yang menindas dan dengan semena mena mengendalikan rakyat Wano.

Jika melihat kondisi Indonesia selama pandemi Covid sepertinya tidak jauh berbeda dengan Negara Wano yang ada di Onepiece. Selama pandemi melanda Indonesia banyak kebijakan – kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang katanya untuk dapat memutus rantai penyebaran virus tapi malah memutus rantai ekonomi rakyat. Mulai dari kebijakan PSBB diawal pandemi, menerapkan sanksi pelanggar prokes, hingga kebijakan PPKM yang masih berlaku hingga saat ini.

Kebijakan PPKM atau Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat yang muali diterapkan sejak awal bulan Juli 2021 hingga kini telah sampai di level 4 dan masih terus diperpanjang hingga saat ini semakin mengarahkan Indonesia menuju Negara Wano. Bagaimana tidak? Rakyat semakin terisolasi, rantai ekonomi rakyat semakin diputus, bahkan banyak pejabat pemerintah yang seakan hilang rasa dan empati untuk rakyat. Tidak berhenti sampai disana, pemerintah berteriak minta diistimewakan, pejabat yang dipercayai untuk menyebarkan dana bansos sibuk korupsi dan memperkaya diri, menteri lebih sibuk mengomentari sinetron ketimbang memikirkan perut rakyat.

Berita Terkait :  Gus Yasin Kunjungi Perbatasan Indonesia-Papua Nugini, Begini Ujarnya kepada TNI dan Polri

Saya jadi teringat dengan salah satu lagu milik Iwan Fals yang berbunyi “ penguasa, penguasa berilah hambamu uang”. Kutipan lagu tersebut telah dijawab oleh pemerintah melalui wacana  pemberian bantuan berupa uang atau BLT untuk rakyat yang terdampak Covid melalui Kemensos, tapi ya Namanya juga wacana. Dari atas yang dikeluarkan uang sampai di tangan rakyat berupa sembako yang nilai nya tidak seberapa. Ya bagaimana bisa sampai ke tangan rakyat, uang baru keluar sudah di pakai korupsi duluan.

Pemerintah sibuk menyalahkan rakyat yang katanya tidak membantu pemerintah memutus rantai penyebaran virus, tapi pemerintah menutup telinga saat banyak rakyat berteriak lapar. Pemerintah mana mau peduli saat banyak rakyat gulung tikar akibat PPKM, yang penting mereka tetap bisa makan dan nonton Ikatan Cint aitu sudah cukup. Katanya pemerintah itu ditempatkan untuk memikirkan rakyat dan negara, tapi selama pandemi rakyat yang butuh makan dibantu justru dibantu oleh rakyat lewat Kita bisa.

Berita Terkait :  Refleksi PMII, Orentasi Kader dan Pendampingan Alumni

Saat rakyat saling berteriak meminta tabung oksigen, donor plasma darah, butuh kamar rawat inap, pemerintah justru tengah sibuk mengupayakan rumah sakit khusus pemerintah yang katanya istimewa. Semakin kesini rakyat semakin susah untuk melawan. Lah, gimana mau ngelawan? Rakyat menolak kebijakan pemerintah langsung diadili, katanya rakyat tidak mau membantu pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid. Ya memang Indonesia ini adil, adil bagi seluruh pejabat dan penguasa. Saya melihat saat ini banyak rakyat yang sudah muak dan ingin berontak, tapi bagaimana mau berontak lah wong makan saja susah gimana mau punya tenaga buat melawan.

Saya bingung menilai apakah kebijakan – kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah itu efektif atau tidak. Setau saya kebijakan dikatakan efektif apabila membawa perubahan yang positif. Lah kebijakan PPKM ini bisa dibilang efektif dari sudut pandang mana? Rakyat semakin miskin, rumah sakit semakin penuh, tabung oksigen juga semakin langka. PPKM ini efektif jika dilihat dari sudut pandang pembuat kebijakan. Ya mau gimana lagi, memang sudah semestinya begitu. Orang kaya sibuk berteriak prokes, rakyat sibuk berteriak lapar. Tapi siapa yang mau peduli? Mau melawan juga nanti diadili. Namanya juga Indonesia, negara Wano in real life.

Berita Terkait :  Antara Efisiensi Dan Kualitas Demokrasi