Berita

 Network

 Partner

Latih Pegiat Desa Damai di Jawa Tengah, Wahid Foundation: Cegah Kekerasan Gender dan Redam Narasi Ekstrem
Latih Pegiat Desa Damai di Jawa Tengah, Wahid Foundation: Cegah Kekerasan Gender dan Redam Narasi Ekstrem (Foto: Doc. WF)

Latih Pegiat Desa Damai di Jawa Tengah, Wahid Foundation: Cegah Kekerasan Gender dan Redam Narasi Ekstrem

Berita Baru Jateng, Kedaerahan – Wahid Foundation adakan training terhadap berbagai elemen Kelompok Kerja (Pokja) aktivis Desa Damai di wilayah Jawa Tengah pada Kamis-Jum’at (15-16/7/21).

Training tersebut dilakukan sebagai upaya pembinaan untuk meningkatkan kapasitas terkait akses perempuan terhadap keadilan di masa krisis pandemi covid-19.

Agenda yang dilaksanakan selama dua hari itu, merupakan kelanjutan dari rangkaian program Desa Damai kolaborasi antara Wahid Foundation dan UN WOMEN yang merupakan salah satu entitas PBB untuk kesetaraan gender.

Training tersebut dilangsungkan secara virtual melalui aplikasi Zoom dengan mengsusung tema “Memperkuat Mekanisme Jaminan Perlindungan Bagi Kelompok Perempuan di Masa Krisis Pandemi Covid-19”.

Menurut Mujtaba Hamdi selaku Direktur Ekskutif Wahid Foundation, selain melaksanakan training bagi para peserta, adanya program itu juga ditujukan untuk saling menguatkan satu sama lain di tengah masa pandemi.

Berita Terkait :  Lowongan Kerja Dikpora jateng, Segera daftar!

 “Forum ini fungsinya bukan sekedar training saja, akan tetapi juga menjadi forum untuk saling menguatkan satu sama lain di masa sulit di tengah pandemi ini. Tentu kita semua berharap pandemi ini bias cepat berlalu.” Ungkap Hamdi saat membuka sekaligus memberikan sambutan pada training tersebut.

Hamdi menyebut training yang dilaksanakan ini pada dasarnya bertujuan memberikan wawasan terkait aspek legal dan formal dalam pencegahan ekstremisme kekerasan dan promosi kesetaraan gender.

Sehingga, lanjut Hamdi, Pokja Desa Damai diharapkan akan memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang aspek Hukum dan HAM dalam penyelesaian kasus atau sengketa secara formal maupun informal.

Menurutnya, jika kesadaran hukum bisa terbangun dan perempuan mendapatkan jaminan perlindungan serta peran yang setara, maka secara otomatis akan mereduksi pandangan ekstrem di tengah masyarakat.

Berita Terkait :  Bersama Gubernur Ganjar, Wahid Foundation Deklarasikan Kelurahan Tipes Sebagai Kelurahan Damai

Selama pandemi ini berlangsung, tantangan sosial berupa kekerasan berbasis gender banyak mengorbankan perempuan. Di sisi lain, bertebarannya narasi-narasi ekstrem yang menentang keberadaan virus dan vaksin juga semakin meningkat.

Oleh karena itu, menurut Hamdi, training ini hendak memberikan pembekalan kepada Pokja bagaimana mengatasi ancaman dan resiko  tersebut sekaligus upaya proteksi bagi kelompok rentan terdampak di wilayah kerja Program Desa Damai binaan Wahid Foundation.

Salah satu peserta Training, Vita yang juga menjadi pegiat pemuda di Desa Damai menyatakan antusiasmenya mengikuti training ini.

 “Saya sangat senang mengikuti training ini karena bias menambah pengetahuan tentang hukum dan saya juga jadi tahu harus melakukan apa untuk mencegah kekerasan berbasis gender dan mencegah penyebaran narasi hoax soal pandemi Covid-19.” Ujar Vita.

Berita Terkait :  Wujudkan Masyarakat Damai, Desa Telukan Deklarasikan Desa Damai Bersama Wahid Foundation

Ia berharap Wahid Foundation bisa menyelenggarakan training yang sama kedepannya supaya lebih bisa berdampak dan bermanfaat bagi Desa Damai binaan Wahid Foundation.

Sebagi informasi, training ini merupakan kelanjutan dari training sebelumnya yang pernah dilaksanakan di Solo pada Bulan Maret lalu, yaitu training  Pencegahan Ekstremisme dan Literasi Hukum Kelompok Kerja (Pokja) Desa/kelurahan Damai Wilayah Jawa Tengah.

Disebutkan pula, pelaksanaan training ini dilakukan melalui platform Zoom karena mengingat situasi pandemi yang belum usai.

(Husein)