Berita

 Network

 Partner

Petenis Blora Bidik 2 Emas di Porprov Jateng 2022
Atlit Blora sedang latihan, (Photo: Berita Baru Jateng)

Petenis Blora Bidik 2 Emas di Porprov Jateng 2022

Blora, Berita Baru Jateng – Pelatih Tenis Kabupaten Blora, Ahmad Lulus Supryanto mengatakan, tim Tim tenis Kabupaten Blora siap kembali mencetak sejarah di ajang Porprov XVI Jateng 2022 nanti.

Cabang Olahraga (Cabor) Tenis Lapangan yang berada dibawah Pelti Kabupaten Blora menargetkan sumbang medali emas dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVI akan digelar pada 2022 mendatang di wilayah Pati Raya. (Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Blora dan Grobogan).

“Kami siap mencetak sejarah di cabang tenis lapangan seperti tahun 2018 pertama kali mendapatkan 2 medali perunggu,” kata pelatih tenis Kabupaten Blora, Ahmad Lulus Supryanto saat ditemui media ini di Lapangan Tenis Pringgondani yang jadi markas Pelatcab Pelti Blora, Senin (9/8/21).

Berita Terkait :  Bupati Blora: Antusiasme Warga Tinggi

Apalagi, kata dia, Blora sebagai tuan rumah sejumlah cabang olah raga salah yang satunya cabor tennis lapangan, tentu ini modal berharga bagi Pelti Blora.

“Dengan main dikandang sendiri, peluang untuk merebut medali emas di bagian putri sangat terbuka lebar,” jelas Antok, panggilan akrab pelatih.

Lebih lanjut Antok optimis, untuk tim putri bisa menyabet 2 medali emas baik tunggal putri maupun ganda putri atau beregu putri. Semua pemain dari daerah lain wajib diwaspadai. Terutama dari kota Semarang dan Tegal.

“Kedua daerah tersebut, memiliki pemain yang berpengalaman,” terang Antok.

Pemain Semarang, mengikuti pelatihan di Australia. Sedangkan pemain Tegal mengikuti pelatihan di Ragunan.

Ada 10 pemain yang akan jadi tulang punggung Tim Tenis Kabupaten Blora, masing 5 putra dan 5 putri. Untuk pemain putri, diantaranya, Niken Ferliana, Nurrosida Mega, Diandra Kirana, Regina Bintang dan Adyba Ardelia.

Berita Terkait :  Gibran Apresiasi Tempat sampah Karya Difabel

Sedangkan untuk pemain putra terdiri dari Pambudi Elsa, Dhimas Rizky, Nouval Ali dan M. Tito.

“Karena faktor strategi satu nama pemain masih kami sembunyikan,” ujar Antok.

(KDT)