Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Grebeg Besar Demak Jadi Pelepas Kerinduan: 2 Ribu Nasi Bungkus Dibagikan

Grebeg Besar Demak Jadi Pelepas Kerinduan: 2 Ribu Nasi Bungkus Dibagikan



BERITABARU, DEMAK – Puluhan ribu warga Demak memadati lokasi Grebeg Besar Demak, Minggu 10 Juli 2022.

Puluhan ribu warga memenuhi jalan sepanjang 3 kilometer yang menjadi rute iringan pasukan patang puluhan pembawa minyak jamas dari Pendapa Kabupaten Demak menuju Pendapa Natabrata di Kadilangu.

Pemandangan tersebut seperti memperlihatkan kerinduan warga Demak terhadap tradisi tahunan yang sempat vakum selama dua tahun terakhir lantaran pandemi Covid-19.

Menumpuknya warga juga terlihat di arena Pasar Rakyat Grebeg Besar yang dipusatkan di Terminal Tembiring Joglo Indah.

Demikian pula pada malam menjelang Idul Adha, ribuan warga memenuhi Alun-alun Demak dan Masjid Agung Demak untuk mengikuti iringan tumpeng sembilan.

Bahkan 2.000 nasi bungkus yang dibagikan kepada warga masih kurang mengingat jumlah yang datang lebih banyak.

Proses tradisi Grebeg Besar Demak diawali dengan tarian budaya tunggal jiwa menyambut kedatangan Manggala Tamtama bersama pasukan patangpuluhan.

Kepada Manggala Tamtama, Bupati Bintoro Demak menyampaikan akan berziarah ke makam Sunan Kalijaga di Kadilangu.

Dia memberi amanat pada pajurit untuk membawa sekar setaman agar diserahkan ke Kasepuhan Kadilangu guna memenuhi tradisi prosesi jamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga yakni Keris Kyai Carubuk dan Kutang Onto Kusumo.

Amanat tersebut selanjutnya dijalankan Manggala Tamtama  menuju ke Kadilangu bersama prajurit patang puluhan.

Bersama keberangkatan pasukan tersebut, Bupati Demak Eisti’anah dan suami, dr Muhammad Zacki Maardi dengan naik kereta kencana menuju Kadilangu.

Di belakangannya berderat iringan kereta kencana dan bendi sebanyak 130 kereta yang dinaiki para pejabat Forkopimda, pimpinan Pemkab Demak, OPD dan sejumlah tokoh masyarakat.

Sepanjang perjalanan, bupati dan para pejabat yang berkendara kereka kencana melambaikan tangan ke warga.

Perayaan tradisi kali ini diakui Plt Kadinas Pariwisata, Endah Cahya Rini lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelunya.

Sesampai di Makam Sunan Kalijaga, dilanjutkan dengan prosesi penjamasan pusaka peninggalan kanjeng Sunan oleh kasepuhan.

Prosesi sakral tersebut berlaku terbatas sehingga hanya diikuti oleh beberapa tokoh seperti bupati dan forkopimda.

Adapun lainnya melakukan doa bersama  di luar cungkup makam.