Berita

 Network

 Partner

Penasaran dengan COE, Berikut Penjelasanya
Kompetisi ini kerap dianalogikan seperti penghargaan Oscar dalam dunia kopi, (Photo: Otten)

Penasaran dengan COE, Berikut Penjelasanya

Berita Baru Jateng, Wisata dan Kuliner – Cup of Excellence adalah sebuah proses penyeleksian varietas kopi yang cukup ketat, umumnya kegiatan ini disertai pula dengan kompetisi pencarian kopi terbaik. Para pemenang kegiatan ini, selain akan berhasil mendapatkan predikat bergengsi “kopi terbaik dan terunggul di dunia”, juga akan dijual dengan harga fantastis ke pasar spesialti global. (Panama Geisha) termasuk salah satu produk unggulan yang lahir dari kompetisi ini).

Sejauh ini kegiatan Cup of Excellence baru diadakan di beberapa negara Amerika Latin dan Afrika Timur (Darrin pernah mengemukakan alasan mengapa mereka belum melaksanakan kegiatan ini di Asia atau Indonesia pada wawancara lalu). Tujuan dari kegiatan ini seperti yang disinggung pada pengenalan di atas adalah menemukan kopi-kopi dengan karakter dan citarasa luar biasa, bahkan terbaik dari yang terbaik. Kopi-kopi ini bisa datang darimana saja, baik dari perkebunan perseorangan maupun dari koperasi yang membawahi sekumpulan para petani, sebelum mereka kemudian akan mengikuti proses penyeleksian berlapis-lapis dan kerap memusingkan.

Untuk mendapatkannya diperlukan sebuah tim yang terdiri dari orang-orang yang berdedikasi melibatkan diri mereka secara penuh dan terjun langsung ke daerah atau negara penghasil kopi dimana kegiatan itu dilaksanakan. Tim ini akan melakukan proses seleksi awal terhadap sekian banyak sampel kopi yang masuk.

Berita Terkait :  Berwisata ke Kebumen? Inilah 10 Makanan yang Wajib Kamu Coba

Umumnya ada sekitar 300 hingga lebih dari 900 sampel kopi yang datang dari berbagai varietas dan perkebunan yang disertakan pada penyeleksian awal. Tugas tim itu adalah menyaringnya, dengan melakukan cupping dan menguji segala aspek kualitasnya, hingga menyisakan hanya 60. Enam puluh sampel yang dianggap terbaik inilah yang berhak masuk ke tahap berikutnya yaitu penjurian Internasional.

Proses penjurian di CoE Brazil

Juri-juri Internasional pun dipilih dari berbagai Negara di dunia, beberapa diantaranya seringkali merupakan para green buyer yang sangat berpengaruh. Kemampuan untuk menguji citarasa—cupping skill—mutlak dimiliki oleh para juri Internasional karena mereka akan mengevaluasi kopi, baik citarasa maupun kualitas, secara menyeluruh. Mereka pun akan menguji semua kopi secara buta, artinya mereka tidak akan mendapatkan informasi apapun mengenai kopi tersebut untuk membuat penilaian lebih adil dan transparan.

Skor dari masing-masing kopi yang telah dinilai para Juri lalu dievaluasi oleh para auditor dari luar lingkaran juri sehingga memastikan bahwa yang sukses menembus babak berikutnya benar-benar telah melewati proses bersih dan sepantasnya.

Berita Terkait :  Pemkab Demak Selenggarakan Workshop Ketahanan Keluarga Upaya Pemulihan Ekonomi

Semua kopi yang mendapat nilai lebih dari 84 (beberapa ada yang mendapat nilai sempurna 100) akan masuk ke tahap cupping kedua. Pada tahap ini jumlah kopi yang masuk jumlahnya semakin menyusut, bervariasi antara 20 sampai 45. Sepuluh besar dari tahap cupping kedua ini akan masuk ke putaran final untuk ditentukan siapa yang menjadi pemenangnya. Sistem penilaian pada tahap ini masih sama, yang mendapatkan skor lebih dari 84 berhak lolos menuju putaran final. Kopi-kopi yang tidak mencapai skor demikian akan dilelang kepada publik melalui sistem penawaran online lewat internet.

Sebetulnya, kopi-kopi yang masuk ke dalam tahap sepuluh besar pun pada dasarnya telah dapat dikatakan sebagai kopi unggulan, meski akhirnya mereka mungkin tidak memenangkan kompetisi itu. Karena kopi yang masuk ke dalam sepuluh besar tersebut telah berhasil mengalahkan ratusan sampel kopi yang masuk pada tahap awal.

Untuk menentukan pemenang dari Cup of Excellence, proses seleksi yang dilakukan semakin ketat dan sangat teliti karena yang diuji coba pada tahap ini bukan lagi masalah cita rasa dan kualitas, namun juga tanaman kopinya. Tidak peduli seluar biasa apapun kopi itu, jika pada pohon atau tanaman kopinya ditemukan cacat (meski sedikit) maka ia akan dikeluarkan. Bahkan sering terjadi, ada jenis kopi yang tadinya dijagokan dan diprediksi menang harus dieliminasi karena kopi itu tidak sempurna. Maka pemenang dari Cup of Excellence ini pastilah kopi yang sangat luar biasa, bukan hanya citarasa dan karakternya. Seluruh rangkaian perjalanan panjangnya, dari biji kopi ke cangkir, dianggap betul-betul sempurna seutuhnya.

Berita Terkait :  Pemkab Wonosobo: Pemudik Wajib Negatif Covid19

Mengapa kompetisi ini cukup penting?

Pada saat kopi berhasil masuk ke dalam tahap pelelangan (auction), terutama jika kopi itu lolos sampai putaran final, hal ini juga berarti mensejahterakan para petani. Mereka yang bekerja sejak dari bawah juga akan turut mendapat kesejahteraan secara finansial. Harga yang dibayarkan pada saat kopi berhasil melewati berbagai proses seleksi lelang bisa berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan harga awalnya.

Tidak jarang pula harganya melonjak hingga jutaan Rupiah per kg. Hal ini tentu dipandang sebagai salah satu cara berkelanjutan yang bukan hanya bisa memberikan harga adil kepada para petani, tapi juga menghargai kerja keras mereka yang telah sepenuh hati memelihara dan merawat tanaman kopi yang dinikmati dengan penuh gairah oleh mereka yang mencintai kopi, dikutip dari laman Otten Coffe.

(KDT)