Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Haflah Ikhtitamiddurus dan perayaan ulang tahun ke-35 Pondok Pesantren Al Falah Kalisabuk, Berikut Sejarahnya
Haflah Ikhtitamiddurus dan perayaan ulang tahun ke-35 Pondok Pesantren Al Falah Kalisabuk, Berikut Sejarahnya

Perayaan Meriah Haflah Ikhtitamiddurus & Ultah ke-35 Pondok Pesantren Al Falah Kalisabuk, Beriku Sejarah Singkatnya



Berita Baru Jateng – Suasana kegembiraan dan kebersamaan begitu terasa dalam Haflah Ikhtitamiddurus dan perayaan ulang tahun ke-35 Pondok Pesantren Al Falah Kalisabuk, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Ponpes dibawah pimpinan K.H. Ahmad Zainuddin Istadz dan Ibu Nyai Qo’idah Zainuddin berhasil mengundang antusiasme yang tinggi untuk masyarakat sekitar.

Pondok Pesantren Al-Falah, sebuah lembaga pendidikan bermodel salafiyah, telah memberikan kontribusi besar dalam dunia pendidikan Islam sejak didirikan pada tanggal 1 Januari 1981. Di bawah kepemimpinan K.H. Ahmad Zainuddin Istadz, atau akrab disapa Abah Zain, pesantren ini telah menjadi tempat berkembangnya ilmu agama dan akhlak yang mulia.

Rangkaian acara memeriahkan Haflah Ikhtitamiddurus dan ultah ke-35 Pondok Pesantren Al Falah, mulai dari Al-Falah Bersholawat, Mujahadah Dzikrul Ghoafilin, Khotmil Quran, Muhafadoh Misriu Santri Al-Falah, hingga karnaval yang meriah. Acara puncak pada Kamis, 22 Februari 2024, dihadiri oleh sejumlah tokoh agama ternama seperti KH. Khoirudin, KH. Ali Ghufron, KH. Hisyam Mukti, KH. Irham Fuadi, KH. Zidni, KH. Islahudin, serta kepala desa dan pejabat setempat.

Dalam sambutannya, Aditiya, seorang santri, menegaskan pentingnya mengikuti jejak para kyai dan meneruskan karya klasik ulama salaf. “Sebagai santri Al-Falah, kita harus menjadi promotor untuk masyarakat yang lebih baik dan mampu menyesuaikan diri dengan tantangan globalisasi,” ujarnya dengan penuh semangat.

Bapak Siswanto, Kasi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Kesugihan, memberikan apresiasi atas peran Pondok Pesantren Al-Falah dalam mencetak generasi muda yang berilmu dan bertaqwa. “Saya yakin Al Falah adalah pencetak generasi muda yang berilmu dan bertaqwa,” katanya.

KH. Arsyad Bushoir, dalam ceramahnya, menjelaskan tanggung jawab besar seorang kyai dalam mencerdaskan anak didiknya agar mampu menjadi pemimpin yang dipercaya masyarakat. “Terkadang ada orang tua yang menginginkan anaknya keluar dari pondok, tapi perlu diingat bahwa seorang kyai lebih memahami kemampuan dan keilmuan seorang santri,” tegasnya.

Sejarah Singkat Al-Falah Kalisabuk 

Pondok Pesantren Al-Falah Kalisabuk telah meraih reputasi sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam gemblengan ilmu agama, serta sukses dalam mencetak generasi terbaik dalam bidang agama. Dengan semangat dan komitmen yang kuat, Pondok Pesantren Al-Falah terus berupaya menjadi garda terdepan dalam pembangunan karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan berilmu pengetahuan.

Sejarah singkat Pondok Pesantren Al-Falah mencerminkan keteguhan dan semangat juang untuk mengubah masyarakat yang awalnya jauh dari agama menjadi lebih religius. Pondok ini didirikan pada 1 Januari 1981 oleh K.H. Ahmad Zainuddin Istadz, seorang Alumni santri dari Pondok Pesantren al-Falah Ploso Mojo Kediri. Meski awalnya dihadapi dengan sutiasi kondisi awal yang tidak begitu mudah dari lingkungan sekitar, semangat K.H Ahmad Zainuddin Istadz tidak pernah padam untuk mengubah masyarakat menjadi lebih religius.

Dengan visi dan misi yang jelas, Pondok Pesantren Al-Falah berkomitmen untuk terus mengembangkan pesantren secara keilmuan dan kelembagaan, serta membekali para santri dengan moral dan skill yang dibutuhkan untuk menjadi kader ahlus sunnah wal jama’ah yang berilmu dan berakhlak mulia. Semangat dan komitmen ini menjadikan Pondok Pesantren Al-Falah Kalisabuk sebagai garda terdepan dalam pembangunan karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan berilmu pengetahuan.

Sebagaimana dikutip Ivoknews