Berita

 Network

 Partner

Uang Senilai Miliaran Rupiah Tak Bisa Ditarik, Nasabah Datangi Kantor BMT Taruna Sejahtera
Nasabah saat mendatangi BMT Taruna Sejahtera (15/3) (Foto: Kompas)

Uang Senilai Miliaran Rupiah Tak Bisa Ditarik, Nasabah Datangi Kantor BMT Taruna Sejahtera

Berita Baru, Semarang – Sejumlah nasabah mendatangi Kantor Baitul Maal wa Tamwiil (BMT) Taruna Sejahtera Ungaran pada hari Senin (15/3) lantaran uang milik mereka tidak bisa ditarik.

Uang yang disimpan oleh nasabah diduga jumlahnya mencapai miliaran rupiah.

Dilansir dari Kompas.com, beberapa nasabah terlihat menangis histeris dan bingung lantaran uangnya tak bisa ditarik di BMT Taruna Sejahtera Ungaran.

CEO BMT Taruna Sejahtera Yahsun mengatakan, sejak pandemi, kondisi BMT mengalami kesulitan keuangan.

“Sejak awal pandemi, kami mengalami masalah,” kata dia.

Dari pengakuan pihak BMT, uang tersebut digunakan untuk membeli aset dan mengembangkan usaha.

Meski begitu, pihak BMT menyatakan tetap berupaya mengembalikan uang nasabah setelah aset tanah di Semarang laku terjual.

Berita Terkait :  Jelang Ramadhan, Begini Stok Ketersediaan Beras Jawa Tengah

Sementara itu, menurut perwakilan dari 10 nasabah yang bernama Mansuri dirinya hanya mendapatkan janji tanpa adanya kepastian sejak Maret 2020.

“Sejak Maret tahun lalu kami hanya mendapat janji. Kami hanya berharap agar uang kami bisa kembali,” kata Mansuri.

Ia menyebut, total uang yang disimpan nasabah mencapai Rp1 miliar.

Sedangkan menurut kuasa hukum tiga nasabah, Bramedika Kris Endira menuturkan, total dana kliennya yang tak bisa diambil mencapai Rp200 juta.

Ia belum mengetahui secara pasti berapa jumlah uang keseluruhan nasabah lain yang tertahan.

“Nasabah yang lain saya kurang tahu jumlahnya tapi tentu semua nasabah tidak bisa menarik dana yang disimpan di BMT Taruna Sejahtera,” katanya.

Berita Terkait :  Ganjar Pranowo: Memastikan Keamanan Sekolah Semprot Disinfektan

Menurut Bramedika, pihaknya telah melayangkan somasi ke BMT Taruna Sejahtera sejak Oktober 2020. Namun, hingga kini, somasi tersebut tak mendapatkan respons.

(Husein)