Berita

 Network

 Partner

UMP Tarik Mahasiswa KKN di Brebes
Universitas Muhammadiyah Purwokerto tarik mahasiswa KKN di Brebes, Photo: Istimewa

UMP Tarik Mahasiswa KKN di Brebes

Berita Baru, Brebes – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menggelar ekspo sekaligus penarikan mahasiswa peserta kuliah kerja nyata (KKN) di wilayah Kabupaten Brebes. 

Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Bupati Brebes, Selasa (23/2), dihadiri Wakil Rektor I UMP Ir Aman Suyadi MP, Ketua LPPM UMP Dr Suwarni MSi, Kepala Baperlitbangda Kabupaten Brebes Drs Edy Kusmartono MSi, Korkab KKN UMP Kabupaten Brebes Wahyu Jati Purwito, Satgas COVID-19 Kecamatan Bumiayu, perangkat kecamatan dan desa lokasi KKN, serta mahasiswa peserta KKN.

Dalam laporannya Korkab KKN UMP Kabupaten Brebes Wahyu Jati Purwito menyampaikan beberapa program kerja mahasiswa KKN di wilayah Kabupaten Brebes yang dibagi menjadi tiga, yaitu percepatan penanganan COVID-19, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan fisik. 

Menurut dia, beberapa program kerja unggulan di antaranya adalah Webinar COVID-19, penyuluhan cuci tangan, etika batuk bersin, dan penggunaan masker, penanaman pohon, pengolahan limbah sayur menjadi mi “Sari”, pembuatan keripik tempe aneka rasa, pembuatan pupuk, serta pembuatan masker kain perca.

Berita Terkait :  Tracking Kontak Dekat Penyintas Corona B117, Pemprov Jateng: Relatif Negatif Semuanya

Ia juga memaparkan tentang keberhasilan mahasiswa KKN dalam melakukan penyuluhan terkait dengan penggunaan masker kepada masyarakat di wilayah KKN.

“Kebanyakan masyarakat di pasar tidak menggunakan masker. Oleh karena itu, kami mencoba untuk mengedukasi dan sosialisasi sehingga para penjual maupun pembeli di pasar menggunakan masker. Setidaknya dari persentase 50 persen tidak menggunakan masker naik menjadi 20 persen tidak menggunakan masker,” katanya. dikutip dari Antaranews.com

Sementara itu, Ketua LPPM UMP Dr Suwarni MSi mengatakan UMP tetap melaksanakan KKN di masa pandemi COVID-19 dengan mengedepankan penerapan protokol kesehatan.

“Pelaksanaan KKN tematik di UMP tetap dilakukan secara luring dan daring di masa pandemi karena kami punya prinsip, walaupun situasi pandemi, kegiatan tidak boleh berhenti. Dengan catatan, harus mengikuti protokol kesehatan dan juga harus beradaptasi dengan perilaku baru di masa COVID-19. UMP benar-benar melakukan protokol kesehatan ini ditandai sebelum mahasiswa terjun ke lokasi, semuanya harus tes rapid antibodi dan antigen,” katanya.

Berita Terkait :  Gisel Akui Sempat Ingin Berbohong Tentang Video Syurnya

Wakil Rektor I UMP Ir Aman Suyadi MP mengatakan maksud dari tema KKN itu sendiri adalah untuk ikut membantu mengedukasi dan menangani permasalahan COVID-19 di wilayah KKN

“Kali ini temanya PPC COVID-19 dan kami menyadari banyak yang khawatir karena kami diberi semacam doktrin tidak boleh berkerumun dan selalu menggunakan masker, sehingga kami harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan alhamdulillah, kami masih dipercaya oleh Pemkab Brebes. Kami berkomitmen bahwa kami patuh pada protokol kesehatan dan kami ingin membantu Pemkab di tempat kami KKN untuk membantu mengedukasi atau membantu permasalahan penanganan COVID-19 di masing-masing kecamatan,” katanya.

Kepala Baperlitbangda Kabupaten Brebes Drs Edy Kusmartono MSi menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan KKN UMP di wilayah Kabupaten Brebes yang dinilai dapat membuat perubahan positif bagi masyarakat di wilayah kegiatan KKN.

Berita Terkait :  Ini Alasan Gagal Sidang Cerai Ayus Sabyan dan Ririe Fairus

“KKN UMP 2021 ini sangat luar biasa karena ada beberapa kegiatan yang membangkitkan ekonomi lokal maupun kegiatan edukasi masyarakat. Saya melihat banyak potensi yang dapat dikembangkan. Mudah-mudahan masuknya mahasiswa KKN di wilayah Kabupaten Brebes ini, semoga dapat memberikan angin segar dan warna baru di sisi kemasyarakatan maupun ekonomi. Saya melihat mereka mampu menggali potensi di beberapa wilayah KKN di Kabupaten Brebes,” katanya.

Walaupun kegiatan tersebut dilakukan secara tatap muka, UMP selaku pihak penyelenggara tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak tempat duduk, memastikan semua hadirin menggunakan masker, dan menyediakan cuci tangan atau hand sanitizer.

(SB Kafi)