Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mengenal Alakatak, Kuliner Khas Sukoharjo
ilustrasi (Foto: Instagram @dwi.hastutu07)

Mengenal Alakatak, Kuliner Khas Sukoharjo

Berita Baru, Sukoharjo – Kabupaten Sukoharjo, merupakan daerah yang berada di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Berada di sebelah selatan Kota Solo, dulunya wilayah ini merupakan salah satu wilayah dari karesidenan Surakarta.

Kabupaten yang memiliki slogan “Sukoharjo Makmur” ini, mempunyai kuliner khas yang menarik untuk diulik.

Alakathak, barang kali masih cukup asing bagi masyarakat Sukoharjo secara umum. Namun, sebenarnya makanan ini merupakan legenda kuliner dari Kecamatan Weru.

Tidak ada yang mengetahui secara pasti siapa yang kali pertama membuat dan kapan alakathak menjadi bagian dari masyarakat di kecamatan yang berbatasan dengan Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu.

Hal yang pasti adalah, alakathak hingga kini masih terjaga keautentikkannya berkat tangan-tangan para penjaga tradisi.

Alakathak terdiri atas tempe olahan berbahan utama koro benguk dan mi yang dibuat dari tepung singkong, masyarakat menyebutnya tepung kanji. Keduanya dibungkus daun jati yang masih hijau.

Alakhatak dapat dijumpai di Pasar Tawangkuno, Tawang, Weru setiap Kliwon dan Pahing, di Pasar Kelir saban Wage dan Legi, Manyaran, Wonogiri pada Pon dan Kliwon, dan Semin, Gunung Kidul pada Pon.

Saat dicicipi, rasa koro benguk pada tempe kuat dan bertekstur lembut. Sedangkan mi bertekstur kenyal dengan rasa hambar.

Pembuatan alakathak tidak sesederhana tampilannya. Proses pengolahan tempe alakathak memakan waktu berhari-hari.

Pertama koro benguk direbus hingga matang lalu direndam selama tiga hari. Setelah itu benguk dikukus beberapa lama.

Selanjutnya benguk ditumbuk hingga halus. Setelah halus dibungkus menggunakan daun jati atau daun pisang dengan ukuran kecil-kecil dibiarkan satu hari.

Setelah tempe jadi lalu dimasak bersama kunir, parutan kelapa, tumbar, kemiri, daun salam, daun jeruk, dan laos. Semua bumbu dimasak menggunakan santan. Setelah mendidih tempe dimasukkan, 15 menit kemudian angkat.

Pembuatan mi sebagai bahan tambahan lebih singkat. Pertama tepung kanji dibikin adonan menggunakan air mendidih. Lalu adonan dibuat pipih menggunakan botol atau paralon. Selanjutnya dirajang memanjang dengan lebar sekitar 1 cm. Hasil rajangan lalu direbus hingga mengapung. Setelah itu ditiriskan dan diberi minyak.

(Husein)